Rabu, 10 Oktober 2018

4 Penyakit yang Dapat Menular ke Bayi Lewat Bibir


Sistem imun bayi masih belum stabil sehingga rentan terserang kuman dan bakteri. Anda harus menjaga bayi dengan sangat hati-hati dan cermat agar terhindar dari segala risiko penyakit yang dapat menular ke bayi. Salah satunya penyakit yang dapat menular lewat bibir yang sering sekali membuat kita lalai. Tips parenting kali ini akan membahas 4 jenis penyakit tersebut. 

1.    Herpes Simplex

Herpes merupakan penyakit yang berbahaya bagi bayi meskipun dalam kondisi tipe 1. Penyakit ini dapat menular melalui air liur dari bibir. Ciri-cirinya dengan adanya luka di bagian dalam atau luar mulut bayi ketika sudah tertular. Penyakit akan parah dengan terjadinya demam, infeksi parah di otak, menyerang paru-paru, dan bahkan berisiko penyakit liver bagi bayi. 

2.    Batu Rejan

Batuk rejan dialami oleh seseorang dalam waktu lebih dari 3 minggu yang menandakan terjadinya infeksi di bagian paru-paru. Batuk ini dapat tertular ketika terjadinya bersin dan batuk. Batuk ini jika tertular ke bayi akan mengancam nyawanya. Anda harus sangat hati-hati dengan memastikan orang-orang yang berada di sekitar bayi tidak akan bersin atau pun batuk-batuk. 

3.    Mononucleosis

Penyakit yang menular lewat bibir karena adanya virus Epstein-barr. Bayi yang telah terkena penularan penyakit ini akan mengalami gejala, hidung berai, gangguan pernapasan, dan rewel. Bakteri ini memang tidak berbahaya namun tetap harus diatasi karena akan mengganggu kesehatan bayi.

Tips parenting untuk mengatasinya dengan selalu menjaga kebersihan mulut Anda sehingga saat menyium bayi tidak membawa bakteri. Jaga juga kebersihan mulut bayi dan mandikan bayi secara teratur agar tetap dalam keadaan bersih. 

4.    Gastroenteritis

Ketika Anda mengalami infeksi lambung karena virus dan bakteri kondisi ini dapat menular ke bayi. Jika Anda menyium bayi atau pun mencicipi makanannya dan memberikannya bekas makanan Anda. Bayi yang tertular virus ini akan mengalami gejala nyeri perut, muntah, dan diare. Penyakit ini sering sekali disebut dengan keracunan makanan. 

Anda harus sangat hati-hati karena meskipun terdengar sepele kondisi ini dapat berakibat fatal bagi bayi. Penyakit ini akan terlihat setelah 1 atau 3 hari setelah infeksi. Bayi yang mengalami ini juga akan cenderung berkeringat lebih sering dan tidak mau makan. 

Anda perlu menghindari hal ini dengan tidak menyium atau menyuapkan bayi makanan sisa ketika dalam keadaan sakit. Pisahkan setiap perlengkapan bayi dengan letak perlengkapan Anda, terutama perlengkapan makan bayi. Cucilah tangan setiap akan memegang bayi dengan menggunakan sabun. 

Hati-hatilah ketika sedang menjaga bayi. Kuman dan bakteri apa saja dapat berisiko buruk pada bayi. Tips parenting untuk menghindari bayi dari berbagai penularan penyakit harus diketahui. Setidaknya Anda dapat melakukan pencegahan terhadap risiko buruk yang dapat terjadi. Jangan lupa juga untuk melakukan suntik imunisasi rutin untuk bayi agar sistem imunnya terjaga.


EmoticonEmoticon