Jumat, 10 Agustus 2018

Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak

Adakah yang tidak menyukai susu? Hampir semua orang menyukai susu. Karena susu memang bisa dioleh menjadi banyak produk yang sangat enak. Bahkan, pencampuran susu dengan beberapa buah pun akan menghasilkan produk yang baru dan menarik. Sebenarnya, apa susu itu? Susu merupakan sebuah cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh hewan mamalia. Susu juga memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan yang ada pada susu meliputi kalsium, protein, mineral, fosfor, lemak, dan lain sebagainya. Protein hewani yang ada pada susu ternyata juga memiliki manfaat yang sangat baik. Protein tersebut bisa berguna bagi pertumbuhan manusia. Seperti pembentukan tulang, pertumbuhan tulang, dan lain sebagainya. Konsumsi susu ternyata tidak hanya berbentuk cair saja. 



Ada beberapa produk susu yang sudah dioleh sehingga menjadi bentuk yang lebih unik lagi. Seperti keju, susu kental, susu bubuk, dan lain sebagainya. Ternyata, konsumsi susu memang sudah dilakukan sejak dulu. Dulunya, susu digunakan sebagai salah satu bahan makanan untuk menusia. Susu yang dikonsumsi tersebut berasal dari sapi, domba, kuda, dan lain sebagainya. Namun, susu yang memang saat ini banyak dikonsumsi berasal dari sapi. Konsumsi susu sapi banyak diberikan kepada anak-anak. Mengapa demikian? Karena anak-anak lebih membutuhkan protein susu untuk pertumbuhannya. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan susu sapi kepada anak. Pastikan bahwa susu tersebut masih memiliki kualitas yang baik untuk dikonsumsi. 

Beberapa hal yang menjadi syarat susu yang baik untuk dikonsumsi yang pertama adalah warna. Warna menjadi penentu yang bisa dilihat dengan mudah. Susu yang sudah berubah warna menjadi lebih kuning atau biru sudah tidak baik untuk dikonsumsi. Kemudian, syarat yang kedua adalah kekentalan. Susu yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi akan lebih kental dibandingkan dengan sebelumnya. Baunya pun juga akan berbeda. Susu yang sudah tidak baik lagi untuk dikonsumsi akan berbau lebih asam. Akan tetapi, ada beberapa anak yang mengkonsumsi susu sapi yang masih baik namun justru jatuh sakit. Hal tersebut merupakan salah satu gejala alergi susu.

Anak-anak memang sangat rentan terhadap penyakit. Apalagi alergi susu. Alergi susu pada anak bisa timbul karena sistem ketahanan tubuhnya menolak dengan protei  hewani susu yang masuk. Protein tersebut dianggap berbahaya bayi tubuh. Sehingga, sistem ketahanan akan melakukan perlawanan. Perlawanan inilah yang akan menimbulkan gejala alergi. Akan tetapi, seorang anak memang akan selalu memiliki faktor resiko terhadap alergi susu sapi yang berbeda-beda. Beberapa faktor resiko yang menyebabkan alergi terhadap susu sapi yang pertama adalah usia. Usia memang sangat berpengaruh. Karena usia ini yang bisa menjadi tolak ukur apakah sistem pencernaan pada anak sudah matang atau belum matang. 

Jika anak memang memiliki sistem pencernaan yang belum matang, maka akan besar kemungkinan bisa mengalami alergi. Kemudian faktor resiko yang kedua karena riwayat pada keluarga. Hubungan seseorang bisa disebut keluarga jika memiliki ikatan darah yang dekat. Apabila ada salah satu maupun beberapa anggota keluarga yang memang memiliki alergi terhadap susu sapi, maka besar kemungkinan bahwa keturunannya juga akan mengalami alergi yang sama. Namun, timbulnya alergi terhadap susu sapi juga dipengaruhi dengan adanya alergi yang lain. Jika seseorang sedang mengalami alergi terhadap suatu jenis makanan dan kemudian mengkonsumsi susu hal ini bisa memicu tubuh mengalami alergi terhadap susu sapi juga.

Para orang tua harus mengetahui beberapa gejala alergi susu sapi agar bisa melakukan tindakan yang tepat. Gejala yang pertama dan sering dialami adalah kulit yang gatal dan berubah menjadi ruam. Ini merupakan gejala umum alergi. Hampir semua jenis alergi akan mengalami tanda ini. Kemudian, tanda yang selanjutnya adalah diare. Diare ini sebagai bentuk ketidaksiapan pencernaan tubuh anak untuk menerima susu sapi yang masuk ke dalam tubuhnya. Jika anak sudah mengalami diare, akan lebih baik menghentikan pemberian susu sapi dan diganti dengan yang lain seperti susu kedelai. Karena jika pemberian susu dilakukan terus menerus, maka diare tersebut akan terjadi secara berkepanjangan. Diare yang sudah berkepanjangan akan menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi memang sangat berbahaya apalagi untuk bayi. 

Kemudian, gejala yang selanjutnya ini merupakan tanda yang paling parah dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Gejala tersebut bernama anafilaksis. Anafilaksis merupakan gejala dimana anak tidak dapat bernafas dengan baik dan karena adanya respon alergi pada tubuh yang menghambat saluran pernafasannya. Jika anak sudah mengalami hal ini, maka harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis yang tepat. Apabila sampai terlambat, maka bisa sangat berbahaya bagi keselamatan tubuh. Bahkan, bisa juga menimbulkan beberapa penyakit kronis yang lainnya.


EmoticonEmoticon